Sabtu, 04 Agustus 2012
Kamera Ponsel Masa Depan Bisa Tembus Dinding dan Baju | Berita Terbaru & Berita Terkini Gadget, Mobile Phone, Digital Camera, Tablet PC, Laptop, Hardware, Motherboard, Graphic Card Technology News
Rabu, 25 Juli 2012
Program Nuklir Iran Diserang Virus Worm dan Memainkan Musik “Thunderstruck” dari AC/DC di Tengah Malam
Program Nuklir Iran Diserang Virus Worm dan Memainkan Musik “Thunderstruck” dari AC/DC di Tengah Malam
Kami mendapat
informasi yang diperoleh dari F-Secure sebuah perusahaan keamanan dan
anti virus dunia dari blog mereka. Mereka mendapati email dari ilmuwan
Iran yang bekerja di Organisasi Energi Atom Iran/Atomic Energy
Organization of Iran (AEOI).
Menurutnya program nuklir Iran telah diterobos oleh virus worm yang
dengan eksploit yang dapat mematikan network automation Iran di Natanz
dan pada fasilitas Fordo dekat Qom. Selain itu hardware jaringan
automasi dan hardware Siemens juga ikut diserang dan dimatikan.Menurut pakar cyber mereka, kemungkinan tool hacker bernama Metasploit lah yang digunakan di mana hacker mendapat akses ke VPN mereka.
Bahkan yang lucu, pada beberapa komputer di tempat mereka bisa memainkan musik sendiri pada tengah malam dengan volume suara paling maksimal dan memainkan lagu “Thunderstruck” dari AC/DC.
Memang perang antara Iran dan Israel sudah dimulai di dunia Cyber di mana virus Stuxnet sebelumnya telah menyerang program nuklir Iran dan juga sebaliknya Iran meluncurkan virus Mahdi untuk menyerang balik.
Selasa, 24 Juli 2012
FACE, Robot Humanoid yang Bisa Melakukan Beragam Ekspresi Wajah Mirip Manusia Asli
FACE, Robot Humanoid yang Bisa Melakukan Beragam Ekspresi Wajah Mirip Manusia Asli
Robot humanoid
kini semakin banyak bermunculan. Bahkan banyak diantara para analis yang
memperkirakan bahwa tugas para pekerja seks komersial nantinya akan
digantikan oleh robot –robot. Dan yang terbaru adalah hadirnya robot
yang dinamai FACE, sebuah robot humanoid wanita yang bisa melakukan
beragam ekspresi wajah seperti wajah manusia pada umumnya.
Robot yang dikembangkan oleh Nicole Lazzeri dan timnya ini dibekali
dengan kurang lebih 32 motor di sekitar tengkorak dan dada sehingga
memungkinkannya untuk melakukan aktivitas otot seperti otot manusia
asli.Untuk dapat menciptakan sebanyak mungkin ekspresi wajah dengan hanya 32 motor, Lazzeri membuat program yang dinamakan HEFES (Hybrid Engine for Facial Expressions Synthesis, yang merupakan sebuah program yang berfungsi untuk mengontrol motor yang ada dalam FACE.
HEFES mengacu pada Facial Action Coding System yang mendaftar bagaimana emosi tertentu akan dicapai dalam gerakan otot. HEFES memungkinkan operator untuk memilih ekspresi untuk FACE antara klasifikasi emosi dasar yang mudah, seperti takut, marah, jijik, terkejut, bahagia dan bahkan ekspresi sedih.
Minggu, 22 Juli 2012
SP-900BT, Speaker Bluetooth dari Genius dengan Range Hingga 10 Meter
Ayo gabung dengan kami di Google+:
SP-900BT, Speaker Bluetooth dari Genius dengan Range Hingga 10 Meter
Genius baru saja
meluncurkan produk terbarunya, yakni sebuah speaker Bluetooth portabel
bernama SP-900BT. Speaker ini pun tampil dengan teknologi yang sangat
canggih, bayangkan range yang bisa dijangkau oleh speaker ini mencapai
33 kaki atau 10 meter.
Speaker ini pun bisa disinkronisasikan dengan sebuah smartphone
dengan menekan sebuah tombol. Bahkan, Anda tidak perlu mengutak-atik
handphone Anda saat menerima sebuah panggilan. Menekan tombol jawab akan
bisa membuat Anda mendengarkan sekaligus berbicara dengan lawan bicara
Anda. Dengan kemampuan tersebut, speaker Bluetooth ini akan bekerja
bagus jika dipergunakan dalam conference call.Pihak Genius mengatakan bahwa volume bisa diatur dari speaker ataupun tablet atau handphone. Frekuensi respon dari perangkat ini adalah antara 200 Hz hingga 20 KHz dengan impedansi 4 Ohm. Di dalamnya, terdapat baterai li-ion dengan kapasitas 700 mAh yang bisa diisi ulang dengan kabel USB. Anda bisa memperoleh speaker ini dengan harga $49.99 USD.
Sabtu, 21 Juli 2012
Gamelan Toetoel, Aplikasi Android Buatan Anak Negeri untuk Melestarikan Kesenian Gamelan
Gamelan Toetoel, Aplikasi Android Buatan Anak Negeri untuk Melestarikan Kesenian Gamelan
Alat musik yang berkembang di bagian Pulau Jawa, Madura, Bali, serta Lombok ini kini bisa dimainkan melalui Smartphone Android anda. Aplikasi yang namanya biasa disingkat menjadi Gatoel ini bisa memainkan tujuh macam alat musik gamelan, yaitu degung, saron, peking, slentem, kempul, bonang penerus, dan bonang barung dengan dua tangga nada, yakni pelog dan slendro.
Cara menggunakanya pun sangat mudah. Cukup klik gambar macam alat musik yang diperlukan maka secara otomatis akan mengeluarkan bunyi sesuai yang diinginkan penggunanya. Software ini dikembangkan di Laboratorium B201 Computer and Telematics Engineering Teknik Elektro Institute Teknologi Surabaya (ITS).
Jika tertarik, anda bisa memiliki aplikasi ini dengan cara langsung mendownloadnya secara gratis di Google Play Store.
Jumat, 20 Juli 2012
Satelit NASA Bisa Deteksi Pertumbuhan Phytoplankton
Satelit NASA Bisa Deteksi Pertumbuhan Phytoplankton May 30, 2009
Untuk pertamakalinya ilmuwan melakukan analisa secara global mengenai kesehatan dan produktivitas tumbuhan laut dengan menggunakan sinyal unik yang dideteksi Satelit Aqua milik NASA.
Dengan memanfaatkan teknologi Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) pada Satelit Aqua milik NASA, ilmuwan kini dapat mengamati pijaran cahaya merah dari phytoplankton yang nampak pada permukaan laut. MODIS merupakan perangkat pertama yang bisa mengamati sinyal cahaya merah ini dalam skala global.
Hal ini memudahkan peneliti melakukan riset kelautan dari jarak jauh dengan mengukur banyaknya pijaran cahaya merah yang dipancarkan phytoplankton. Mereka bisa menaksir seberapa efisien tumbuhan mikroskopik ini mengubah cahaya matahari menjadi bahan makanan melalui proses fotosintesis.
People’s Daily Online, Jumat (29/5/2009) melansir, Phytoplankton bersel satu yang memenuhi ekosistem laut, merupakan sumber makanan dasar bagi hewan laut. Tumbuhan ini menguasai setengah dari aktivitas fotosintesis di bumi dan memainkan peranan penting dalam keseimbangan karbondioksida dalam atmosfer bumi.
Oleh karenanya jika phytoplankton dapat tumbuh dengan subur dan sehat, hal ini akan mempengaruhi jumlah karbondioksida yang dapat diserap dari atmosfer. Dengan begitu, semakin jelas bahwa laut tak kalah penting peranannya dalam isu perubahan cuaca.
“Teknik yang memanfaatkan satelit ini merupakan metode pertama yang bisa mengukur tingkat kesehatan dan produktivitas phytoplankton di dalam lautan,” kata Michael Behrenfeld, ahli biologi dari Oregon State University.
“Beruntung kita memiliki perangkat baru yang sangat penting untuk memantau perkembangan phytoplankton di seluruh dunia, setiap pekannya,” tambahnya.
Sebelumnya, ilmuwan menggunakan sensor satelit untuk melacak jumlah tanaman yang hidup di dasar laut dengan mengukur jumlah dan distribusi kadar klorofil atau zat hijau daun.
Kamis, 19 Juli 2012
Teknologi - Diskusi Seputar Rukyat Internasional
Teknologi
Diskusi Seputar Rukyat Internasional
Share
Kamis, 08/11/2007 13:23
Tulisan
berikut ini adalah hasil bahtsul masail yang diadakan oleh Lembaga
Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU)
Syria & Lebanon dengan tema "Penyatuan Itsbat Awal/akhir Ramadhan, 1 Syawal dan 1 Dzulhijjah" pada 8 September dan 9 Oktober 2007.
METODOLOGI penentuan awal bulan Qamariah untuk menandai permulaan ibadah puasa dan shalat idul fitri adalah hanya dengan melihat bulan secara fisik (rukyatul hilal bil fi'ly), sedangkan metode perhintungan astronomi (hisab) dipakai sebatas untuk membantu prosesi rukyat. Selanjutnya, diperbolehkan bagi pemerintah (sah) menjadikan ru'yatul hilal internasional sebagai dasar penetapan awal bulan Qamariah, khususnya Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah, karena ini sesuai dengan pendapat jumhurul madzahib (mayoritas imam madzhab selain madzhab Syafi'iyyah) serta sesuai dengan kemaslahatan umat Islam pada zaman sekarang. Dasar hukumnya antara lain:
a. Hadist muttafaq alaihi (diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim) yang berbunyi:
Dari hadist diatas, jelas sekali bahwa Rasulullah SAW hanyalah menetapkan "melihat bulan" (rukyatul hilal) sebagai causa prima dari permulaan ibadah puasa dan permulaan Idul Fitri, dan bukan dengan sudah wujud tidaknya ataupun apalagi cara menghitungnya. Terbukti, dari penggalan kedua redaksi ucapan Rasulullah SAW di atas yang menyuruh menyempurnakan bulan Sya'ban sebanyak 30 hari apalagi tidak berhasil melihat walaupun secara perhitungan astronomis (hisab) mungkin sudah ada.
b. Kenyataan yang terjadi pada masa Rasulullah SAW, bahwa beliau memerintahkan puasa langsung setelah datang kepada beliau persaksian seorang muslim tanpa menanyakan asal si saksi, apakah dia melihatnya di daerah mathla' yang sama dengan beliau atau berjauhan. Sebagaimana dalam hadits:
b. Dalam kitab Fathul Qodir fiqh madzhab Hanafi pada jilid ke 4 hal 291 dijelaskan:
Dalam ta'bir di atas telah dijelaskan bahwa wajib hukumnya bagi umat Islam yang tinggal di daerah Timur untuk mengikuti ketetapan ru'yah yang telah diambil oleh kaum muslimin di wilayah Barat. Dan sebaliknya, apabila mereka yang tinggal di wilayah Timur terlebih dahulu telah melihat dan menetapkannya, maka kewajibannya lebih utama karena secara otomatis umat Islam bagian Timur terlebih dahulu melihat hilal dari pada mereka yang tinggal di Barat.
c. Dalam kita Furu' Milik ibn Muflih fiqh madzhab Hambali juz 4 hal 426 disebutkan:
d. Dalam kita Mawahib Jalil fi Syarh Mukhtashor Syaikh Kholil juz 6 hal 396 dijelaskan:
Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa penetapan bulan Ramadhan hanya ditetapkan dengan terlihatnya bulan tanpa disebutkan adanya syarat-syarat lain untuk diterimanya ru'yah ini, yaitu diantaranya tanpa dengan menyebutkan ketentuan perbedaan terbitnya bulan pada wilayah yang berjauhan (ikhtilaf matholi').
e. Adapun hujjah yang terakhir yang disampaikan peserta yaitu dengan memandang unsur maqosid syari'ah yang begitu berupaya menggalakkan persatuan umat dan berupaya semaksimal mungkin menghindari perpecahan. Dengan penetapan bulan secara individu, perdaerah atau wilayah, maka kondisi umat Islam yang sekarang ini sudah terpecah belah akan semakin memperparah keadaan dan secara terang-terangan menyimpang dari mabda' maqosid syari'ah yang selalu digemakan oleh Islam.
METODOLOGI penentuan awal bulan Qamariah untuk menandai permulaan ibadah puasa dan shalat idul fitri adalah hanya dengan melihat bulan secara fisik (rukyatul hilal bil fi'ly), sedangkan metode perhintungan astronomi (hisab) dipakai sebatas untuk membantu prosesi rukyat. Selanjutnya, diperbolehkan bagi pemerintah (sah) menjadikan ru'yatul hilal internasional sebagai dasar penetapan awal bulan Qamariah, khususnya Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah, karena ini sesuai dengan pendapat jumhurul madzahib (mayoritas imam madzhab selain madzhab Syafi'iyyah) serta sesuai dengan kemaslahatan umat Islam pada zaman sekarang. Dasar hukumnya antara lain:
a. Hadist muttafaq alaihi (diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Imam Muslim) yang berbunyi:
حدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا
شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا
هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوْ قَالَ قَالَ أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا
لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ
ثَلَاثِينَ
"Berpuasalah kalian pada saat kalian telah melihatnya (bulan),
dan berbukalah kalian juga di saat telah melihatnya (hilal bulan Syawal)
Dan apabila tertutup mendung bagi kalian maka genapkanlah bulan Sya'ban
menjadi 30 hari." (HR. Bukhari: 1776 dan Imam Muslim 5/354) Dari hadist diatas, jelas sekali bahwa Rasulullah SAW hanyalah menetapkan "melihat bulan" (rukyatul hilal) sebagai causa prima dari permulaan ibadah puasa dan permulaan Idul Fitri, dan bukan dengan sudah wujud tidaknya ataupun apalagi cara menghitungnya. Terbukti, dari penggalan kedua redaksi ucapan Rasulullah SAW di atas yang menyuruh menyempurnakan bulan Sya'ban sebanyak 30 hari apalagi tidak berhasil melihat walaupun secara perhitungan astronomis (hisab) mungkin sudah ada.
b. Kenyataan yang terjadi pada masa Rasulullah SAW, bahwa beliau memerintahkan puasa langsung setelah datang kepada beliau persaksian seorang muslim tanpa menanyakan asal si saksi, apakah dia melihatnya di daerah mathla' yang sama dengan beliau atau berjauhan. Sebagaimana dalam hadits:
جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى
النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ
الْهِلَالَ قَالَ الْحَسَنُ فِي حَدِيثِهِ يَعْنِي رَمَضَانَ فَقَالَ
أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَتَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ يَا بِلَالُ أَذِّنْ
فِي النَّاسِ فَلْيَصُومُوا غَدًا
"Datang seorang Badui ke Rasulullah SAW seraya berkata:
Sesungguhnya aku telah melihat hilal. (Hasan, perawi hadits menjelaskan
bahwa hilal yang dimaksud sang badui yaitu hilal Ramadhan). Rasulullah
SAW bersabda: Apakah kamu bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah? Dia
berkata: Benar. Beliau meneruskan pertanyaannya seraya berkata: Apakah
kau bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah? Dia berkata: Ya benar.
Kemudian Rasulullah memerintahkan orang-orang untuk berpuasa besok." (HR Abu Daud 283/6)b. Dalam kitab Fathul Qodir fiqh madzhab Hanafi pada jilid ke 4 hal 291 dijelaskan:
وَإِذَا ثَبَتَ فِي مِصْرَ لَزِمَ
سَائِرَ النَّاسِ فَيَلْزَمُ أَهْلَ الْمَشْرِقِ بِرُؤْيَةِ أَهْلِ
الْمَغْرِبِ فِي ظَاهِرِ الْمَذْهَبِ
"Apabila telah ditetapkan bahwa hilal telah terlihat di sebuah
kota, maka wajib hukumnya penduduk yang tinggal di belahan bumi Timur
untuk mengikuti ketetapan ru'yah yang telah diambil kaum muslimin yang
berada di belahan bumi Barat".Dalam ta'bir di atas telah dijelaskan bahwa wajib hukumnya bagi umat Islam yang tinggal di daerah Timur untuk mengikuti ketetapan ru'yah yang telah diambil oleh kaum muslimin di wilayah Barat. Dan sebaliknya, apabila mereka yang tinggal di wilayah Timur terlebih dahulu telah melihat dan menetapkannya, maka kewajibannya lebih utama karena secara otomatis umat Islam bagian Timur terlebih dahulu melihat hilal dari pada mereka yang tinggal di Barat.
c. Dalam kita Furu' Milik ibn Muflih fiqh madzhab Hambali juz 4 hal 426 disebutkan:
َإِنْ ثَبَتَتْ رُؤْيَتُهُ
بِمَكَانٍ قَرِيبٍ أَوْ بَعِيدٍ لَزِمَ جَمِيعَ الْبِلَادِ الصَّوْمُ ،
وَحُكْمُ مَنْ لَمْ يَرَهُ كَمَنْ رَآهُ وَلَوْ اخْتَلَفَتْ الْمَطَالِعُ
"Apabila bulan telah terlihat dalam suatu tempat, baik jaraknya
dekat atau jauh dari wilayah lain, maka wajib seluruh wilayah untuk
berpuasa mengikuti ru'yah wilayah tersebut. Hukum ini juga berlaku bagi
mereka yang tidak melihatnya sepertihalnya mereka yang melihatnya secara
langsung, dan perbedaan wilayah terbit bukanlah penghalang dalam
penerapan hukum ini" d. Dalam kita Mawahib Jalil fi Syarh Mukhtashor Syaikh Kholil juz 6 hal 396 dijelaskan:
أَمَّا سَبَبُهُ أَيْ الصَّوْمِ فَاثْنَانِ الْأَوَّلُ : رُؤْيَةُ الْهِلَالِ وَتَحْصُلُ بِالْخَبَرِ الْمُنْتَشِرِ
"Adapun sebab diwajibkannya puasa ada dua, yang pertama:
terlihatnya bulan, dengan syarat ru'yahnya melalui kabar yang sudah
tersebar luas."Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwa penetapan bulan Ramadhan hanya ditetapkan dengan terlihatnya bulan tanpa disebutkan adanya syarat-syarat lain untuk diterimanya ru'yah ini, yaitu diantaranya tanpa dengan menyebutkan ketentuan perbedaan terbitnya bulan pada wilayah yang berjauhan (ikhtilaf matholi').
e. Adapun hujjah yang terakhir yang disampaikan peserta yaitu dengan memandang unsur maqosid syari'ah yang begitu berupaya menggalakkan persatuan umat dan berupaya semaksimal mungkin menghindari perpecahan. Dengan penetapan bulan secara individu, perdaerah atau wilayah, maka kondisi umat Islam yang sekarang ini sudah terpecah belah akan semakin memperparah keadaan dan secara terang-terangan menyimpang dari mabda' maqosid syari'ah yang selalu digemakan oleh Islam.
Laporan: A. Latif Malik, Lc., dan Mustafidl Ma'arif al Hafidl (Katib Syuriah dan Koordinator LBM PCI NU Syria & Lebanon).
Langganan:
Postingan (Atom)